FANDOM


Tabang Aerocraft Pte, Ltd. merupakan sebuah perusahaan manufaktur pembuat pesawat terbang dari Minapura. Perusahaan ini sekarang menjadi salah satu pemain dalam industri pesawat terbang jet berbadan besar di dunia. Tabang menjadi kebanggaan tersendiri bagi rakyat Minapura yang membuktikan bahwa tidak hanya negara besar yang dapat membuat pesawat.

Nama Tabang berasal dari kata tabang dalam bahasa minangkabau yang berarti Terbang.

Minapore Airlines adalah salah satu maskapai yang menggunakan pesawat buatan Tabang. Sejak tahun 2002, seluruh armadanya merupakan produksi Tabang setelah memensiunkan Airbus A340 terakhir mereka.

SejarahEdit

Berdirinya Tabang didasari oleh rasa sakit hati masyarakat Minapura atas embargo pesawat yang dilakukan oleh Amerika Serikat yang bersekutu dengan Indonesia. Pada tahun 1982, Indonesia masih belum mengakui kemerdekaan Minapura. Saat maskapai nasional Minapura yang bernama Minapore Airlines hendak membeli pesawat Boeing untuk kebutuhan armadanya, Amerika mengembargo atas permintaan dari Indonesia.

Ada opsi untuk menggunakan pesawat Airbus, namun presiden Minapura saat itu, Datuk Badaruddin Caniago, mengatakan bahwa Minapura bisa membuat pesawat sendiri. Pemerintah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk mengirimkan pelajar-pelajar terbaik belajar teknik kedirgantaraan ke Jerman.

Pemerintah Minapura mendirikan sebuah perusahaan negara bernama Tabang, dan pada tahun 1986, prototype pertama pesawat Tabang pun berhasil terbang. Pesawat dengan kode i700 tersebut menjadi pesawat pertama Tabang sekaligus pesawat jet pertama yang diproduksi oleh negara di Asia Tenggara. Pengguna pertama i700 adalah Minapore Airlines.

Tabang terus berkembang menjadi sebuah perusahaan dirgantara yang patut disegani. Pada tahun 1996, Tabang tidak lagi berstatus perusahaan negara dan menjadi perusahaan publik dengan nama Tabang Aerocraft Pte, Ltd. Tabang pun masuk bursa efek Minapura sebagai perusahaan terbuka.

Pada tahun 2009 Minapura meluncurkan pesawat double-decker-nya dengan kode nama i900 untuk menyaingi Airbus A380. Meskipun identik, Tabang mengklaim i900 mengusung teknologi yang dikembangkan sendiri oleh Tabang namun tidak kalah dengan yang dikembangkan oleh Airbus dari Eropa.

Produk PesawatEdit

Tabang membagi pesawatnya menjadi 3 kelas yang berbeda, yaitu : narrow-body, wide-body, dan double-decker. Penamaan pesawat diawali dengan huruf 'i' yang bermakna Independent, menyatakan bahwa pesawat ini sepenuhnya buatan Minapura meskipun material mentahnya banyak yang diimpor dari luar negeri, sebagian besar dari Indonesia.

Keluarga i7xxEdit

Ini adalah keluarga pesawat narrow-body dari Tabang. Pesawat pertama Tabang yang bernama i700 selesai dibangun pada 1986 dan terbang pertama kali pada tahun yang sama. Minapore Airlines yang menjadi launch costumer menerima pesawat i700 pertama pada tahun 1988 sebanyak 5 unit.

Pada perkembangannya i700 kurang diminati oleh maskapai asing apalagi dengan nama Tabang yang masih baru dalam industri dirgantara. Sambil berjalan, Tabang melakukan banyak penyempurnaan pada produk perdana mereka. Tabang mengumumkan bahwa keunggulan i700 dibanding pesawat sejenis (Boeing 737series, Airbus A320series) adalah i700 dapat landing di landasan pacu yang lebih pendek namun memiliki kapasitas kargo yang lebih besar.

Pada tahun 1989, terjadi insiden jatuhnya pesawat i700 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Mata dunia tertuju pada perusahaan manufaktur pesawat dari Minapura itu. Tragedi tersebut membuat dunia memandang sebelah mata pesawat buatan Tabang. Pengembangan i700 dihentikan sementara penjualan belum mencapai angka 100 unit.

Beberapa kritikus beranggapan bahwa ada konspirasi dan meminta pihak Tabang untuk menyelidiki lebih dalam. Namun nyatanya Tabang melupakan hal itu dan mengembangkan pesawat pengganti i700 yang benar-benar berbeda.

Tabang i720 dan i740 dikenalkan bersama-sama kepada publik dunia pada tahun 1992. Pemerintah Minapura sengaja menggelar acara Minapore Air Show untuk mempromosikan pesawat buatan negara mereka. Kedua pesawat ini memiliki fitur dan desain yang benar-benar berbeda dari pendahulunya yang gagal i700. Hal itu membuatnya sukses di pasaran.

Minapore Airlines mengatakan akan mengganti semua armada narrow-body-nya dengan pesawat Tabang i720 dan i740. China Airlines menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan Tabang i740. Hingga kini kedua pesawat tersebut masih dirakit di Tabang Assembled Unit di pulau Tapan, dekat Bandara Internasional Santok.

Keluarga i8xxEdit

Setelah sukses dengan pesawat narrow-body i720 dan i740, Tabang berekspansi dengan membuat pesawat yang lebih besar dengan kode i8xx. Pesawat pertama yang dikembangkan adalah i800 yang rancangan dasarnya sudah dibangun sejak tahun 1990. Karena tidak mau jatuh pada kesalahan yang sama seperti pada i700, pengembangan i800 terbilang cukup lama karena memakan waktu 10 tahun.

Tabang i800 terbang pertama kali tepat pada tanggal 1 Januari 2000, menandakan perkembangan Tabang di milenium baru. Penerbangan pertama itu sukses, dan pengantaran pertama dilakukan pada tahun 2001 kepada Minapore Airlines yang menjadi launch-costumer.

Pesawat ini adalah pesawat wide-body Tabang yang jangkauan terbangnya mencapai 16500 km, sehingga dapat melayani penerbangan Minapura - Los Angeles/San Francisco nonstop. Jangkauan terbang ini merupakan yang paling jauh di kelasnya.

Sampai saat ini, i800 masih diproduksi dan dirakit di pusat perakitan yang sama dengan keluarga i7xx. Minapore Airlines telah mengganti semua pesawat wide-body nya dengan Tabang i800.

Keluarga i9xxEdit

Proyek pembangunan pesawat double-decker dimulai sejak tahun 2004, dikarenakan Tabang belum punya pesawat empat mesin. Kemudian dirancanglah pesawat mesin empat dengan deck ganda dengan kode nama i900.

Pesawat i900 ini terlihat identik dengan A380 yang memiliki lantai ganda dari depan sampai belakang badan pesawat, namun desain yang dibuat untuk i900 lebih aerodinamis dan teknologi yang diterapkan juga teknologi khas Tabang.

Prototipe Tabang i900 pertama dirakit di Tabang Assembled Unit di pulau Tapan dan terbang pertama kali pada tahun 2007. Minapore Airlines lagi-lagi menjadi launch costumer dengan memesan sebanyak 10 pesawat i900 disaat maskapai lain memesan Airbus A380.

Permasalahan terjadi ketika muncul pertanyaan dimana i900 akan dirakit, mengingat kapasitas Tabang Assembled Unit di pulau Tapan sudah cukup sibuk dengan pesanan-pesanan pesawat i7xx dan i8xx. Maka keluarlah ide untuk membangun pabrik perakitan di luar pulau Tapan. Awalnya direncanakan akan dibangun di pulau Sigalang, namun bandara Sigalang tidak bisa dikembangkan lagi dan hanya memiliki 1 runway. Sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kesibukan bandara yang melayani pariwisata ke Minapura tersebut.

Kota Bekasi di Indonesia pun dipilih sebagai lokasi yang tepat. Lokasinya yang dekat dengan perusahaan manufaktur, dan kebutuhan Bekasi akan bandara menjadi alasan dipilihnya Bekasi. Apalagi Minapura dulunya bagian dari Indonesia.

Ketika MoU sudah ditandatangani oleh pihak terkait, nyatanya pembangunan tidak kunjung berjalan karena alasan birokrasi, padahal dana investasi yang besar sudah dikucurkan oleh Tabang. Pihak Tabang memberikan deadline untuk memulai pembangunan pada pemerintah Bekasi, namun tidak terpenuhi, sehingga Tabang membatalkan MoU dan mencari lokasi lain untuk pabrik tersebut.

Akhirnya negara kota Nilasia dipilih sebagai penggantinya. Proses kerjasama dan pembangunan berjalan lancar. Pembangunan pabrik selesai pada awal 2008. Produksi massal Tabang i900 pun dimulai dan penyerahan pertama ke Minapore Airlines dilakukan pada hari jadi kemerdekaan Minapura, 5 Desember 2009.

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.